Sabtu, 01 September 2012

MAKALAH BENZENA & TURUNANNYA


D
I
S
U
S
U
N
OLEH                                     :
KELOMPOK                         :  1
KETUA                                  : SUHERI MARPAUNG
ANGGOTA                          : SISKA PASARIBU
                                                  CHANIA SITORUS
                                                  PESDAYANTI SITINJAK
                                                  INDRAYANTI SITINDAON
                                                  APDERINA TINDAON
MATA PELAJARAN           : KIMIA
KELAS                                    : XII IA 2
GURU PEMBIMBING      : IBU M. SIANTURI


SMA NEGERI 1 GIRSANG SIPANGAN BOLON
JALAN PENDIDIKAN NO. 59 PARAPAT
TAHUN AJARAN 2011/2012

     
KATA PENGANTAR
                Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini yang berjudul “Benzena dan Turunannya”.
                Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan karya ilmiah ini mulai dari awal pembuatan karya ilmiah ini hingga dapat diselesaikan, yakni:
1.       Kepala sekolah SMA N. 1 Gir.Sip.Bolon,yakni Bapak E.Silaban selaku pimpinan tertinggi di SMA N. 1 Gir.Sip. Bolon
2.       Guru bidang study kimia , yaitu Ibu M. Sianturi selaku guru pembimbing
3.       Penulis buku yang kutipannya kami gunakan dalam karya ilmiah ini
4.       Teman-teman yang telah memberikan  pendapat dan masukan kepada penulis.

Penulis sepenuhnya menyadari bahwa karya ilmiah ini tidak dapat terlepas dari segala kekurangan , seperti kata peribahasa,”Tak ada gading yang tak retak”. Oleh karena itu, penulis mengharapkan masukan, komentar, ataupun kritikan yang bersiafat membangun dari pembaca agar kiranya penulis dapat menyempurnakan karya ilmiah ini.Mudah-mudahan karya ilmiah ini bermanfaat.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.



Parapat,  Februari 2012

Penulis














DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………….         2 
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………………          3
Bab I Pendahuluan………………………………………………………………………………………………          4
1.1   Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………………………         4

1.2   Perumusan Masalah……………………………………………………………………………………….       4

1.3   Pembatasan Masalah……………………………………………………………………………………..       4
1.4   Tujuan …………………………………………………………………………………………………………….       4

1.5   Manfaat…………………………………………………………………………………………………………..       5


BAb II Pembahasan ………………………………………………………………………………………………..     6
2.1 Struktur Benzena……………………………………………………………………………………………...     6
2.2 Tata Nama Benzena Dan Turunannya……………………………………………………………….     7
2.3 Sifat-sifat Benzena…………………………………………………………………………………………….     8
2.4 Kegunaan Benzena dan Beberapa Turunannya………………………………………………..     10
2.5 Dampak Benzena dan Beberapa Turunannya…………………………………………………...    13

Bab III Penutup………………………………………………………………………………………………………       14          
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………….      14

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………………     1











BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Benzena merupakan senyawa aromatik tersederhana.Nama “aromatik” itu  diberikan karena anggota-anggota yang pertama dikenal dari golongan ini mempunyai aroma yang sedap.Akan tetapi, belakangan ini dikenal juga senyawa sejenis yang tidak berbau, bahkan ada yang berbau tidak sedap.Kini istilah aromatik ini dikaitkan dengan struktur dan sifat-sifat khas tertentu.
Pembahasan mengenai Benzena lebih lanjut akan dibahas dalam karya ilmiah ini.


1.2  Perumusan Masalah
                Perumusan Masalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini , yakni:
·         Bagaimanakah struktur benzena?
·         Bagaimanakah tata nama benzena dan turunannya?
·         Apa sajakah sifat-sifat benzena?
·         Apa kegunaan dari benzena dan beberapa turunannya?
·         Apa dampak dari benzena dan turunannya?


1.3  Pembatasan Masalah
                Adapun batasan masalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini adalah:
·         Struktur Benzena
·         Tata Nama Benzena dan turunannya
·         Sifat-sifat Benzena
·         Kegunaan dari benzena dan turunannya
·         Dampak dari benzena dan turunannya


1.4  Tujuan
                Adapun yang menjadi tujuan pembuatan karya ilmiah ini adalah:
Ø  Mampu menjelaskan rumus struktur benzena  dan membuktikan bahwa setiap atom C pada cincin benzena fungsinya sama.
Ø  Mampu menjelaskan reaksi substitusi atom H cincin benzena dan pengertian orto, meta, para.
Ø  Mapu menjelaskan sifat kimia dan sifat fisis benzena dan turunannya
Ø  Mampu menjelaskan kegunaan benzena dan turunannya dalam kehidupan sehari-hari serta dampaknya.

  

1.5 Manfaat
                Manfaat pembuatan karya ilmiah ini terbagi atas dua bagian yaitu:
§  Manfaat Teoritis
ü  Penulis mampu menyusun  karya ilmiah dalam bentuk makalah.
ü  Penulis mampu memenuhi tuga sekolah dalam menyusun karya ilmiah yang berjudul “Benzena dan Turunannya”.
ü  Memahami mengenai benzena dan turunannya melalui pembuatan karya ilmiah ini.


§  Manfaat Praktis
ü  Sebagai saran abaca belajar bagi teman-teman mengenai benzena dan turunannya
ü  Memberikan informasi kepada pembaca apa kegunaan dan dampak benzena dalam kehidupan sehari-hari








































BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Struktur Benzena
                Benzena adalah hidrokarbon aromatic yang memiliki rantai tertutup membentuk cincin benzena. Benzena memiliki struktur C6H6. Perbandingan jumlah atom C dan H-nya menunjukkan benzena sangat tidak jenuh, tidak seperti heksana(C6H14), heksena(C6H12), heksuna(C6H10).
                Pada awalnya, ahli kimia mengusulkan bahwa benzena mempunyai struktur alifatik dengan ikatan rangkap 2 dan 3.Namun struktur itu tidak dapat menjelaskan sifat benzena , seperti:
v  Benzena sangat stabil/tidak reaktif.
Benzena tidak bereaksi dengan Br2 meski pada suhu tinggi.Kecuali dengan menggunakan katalis. Hal ini berbeda dengan struktur alifatik ikatan rangkap seperti alkena  yang bersifat reaktif.
v  Monosubstitusi atom halogen (X) ke benzena hanya menghasilkan satu jenis senyawa , yakni C6H5X.Dengan kata lain, tidak terdapat keisomeran geometri yang dimiliki struktur alifatik.
Pada tahun 1865 Friederich August Kekule mengusulkan struktur benzena sebagai cincin heksagonal yang terdiri dari 6 atom C dengan ikatan tunggal dan rangkap 3 yang bergantian antara atom-atom C. Jadi, terdapat 3 ikatan tunggal dan 3 ikatan rangkap dua dalam struktur benzena.Model ini digunakan bertahun-tahun  karena mampu menjelaskan sifat-sifat dan reaksi –reaksi  dari benzena.                             
                                                                                                                                                                                                                                                                 Gambar Struktur Kekule Benzena
                Namun , sejalan dengan perkembangan ilmu kimia yang semakin canggih, bukti-bukti menunjukkan bahwa struktur kekule tidak dapat menjelaskan  fakta-fakta berikut:
v  Difraksi sinar –X menunjukkan bahwa panjang ikatan tunggal C-C adalah 0,154 nm dan panjang ikatan rangkap C=C nya 0,133 nm.Jika benzena memiliki struktur kekule , maka benzena akan memiliki 2 panjang ikatan yang berbeda untuk ikatan tunggal dan rangkap.Namun pengukuran menunjukkan benzena hanya memiliki 1 panjang ikatan sebesar 0, 139 nm yang menunjukkan semua ikatan dalam benzena  sama/setara, yakni berada diantara ikatan tunggal dan rangkap.
v  Jika benzena memiliki 3 ikatan rangkap dua seperti model  kekule, maka kereaktifan ikatan-ikatan tersebut harus sama dengan ikatan-ikatan rangkap pada alkena, yakni dapat bereaksi secara adisi.Pada kenyataannya banyak benzena yang terlibat dalam reaksi substitusi.
v  Perhitungan termokimia menunjukkan kalor pembentukan gas benzena dari unsur-unsurnya adalah +252 KJ/mol, jika benzena memiliki struktur kekule. Namun , pengukuran menunjukkan kalor pembentukan benzena  hanya +82 KJ/mol. Hal ini membuktikan struktur benzena yang sebenarnya jauh lebih stabil dibandingkan struktur kekule.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, pada tahun 1931, Linus Pauling merumuskan struktur benzena  sebagai struktur yang berada di antara dua struktur  kekule yang memungkinkan struktur ini disebut hibrid resonansi .

                Gbr.struktur Hibrid Resonansi.
Ikatan pada cincin heksagonal berada diantara ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang dilambangkan dengan lingkaran di dalamnya.
benzena_ring
                                Gbr. Ikatan cincin heksagonal dilambangkan dengan lingkaran di dalamnya.
                Pada struktur hybrid resonansi ini, terlihat bahwa semua ikatan antara atom-atom C dalam cincin adalah setara. Elektron-elektron yang membentuk system delokalisasi yang sangat stabil.
                Secara keseluruhan, struktur ini dapat menjelaskan kereaktifan benzena yang rendah karena ikatan dalam cincin berada diantara ikatan tunggal dan ikatan rangkap, serta stabilitas termodinamika benzena yang tinggi karena hybrid resonansi mempunyai energi yang lebih rendah dibandingkan kedua struktur kekule.

2.2 Tata Nama Benzena dan Turunannya
                Senyawa turunan benzena dapat dianggap berasal dari benzena, yang satu atau lebih atom. Hanya diganti dengan substituen berupa atom atau gugus lain. Apabila benzena melepaskan 1 atom H maka terjadilah gugus C6H5 yang disebut gugus fenil.Jumlah senyawa turunan benzena sangat banyak.
Tata nama benzena dan turunannya
1.       Pemberian nama benzena dan turunannya tidak begitu sistematis.Senyawa turunan benzena dari hasil monosubstitusi  lebih banyak dikenal dengan nama lazim atau nama turunannya.Nama lazim ini digunakan sebagai dasar penamaan pada hasil substitusi benzena.
Contoh:

                                            
 Toluena                                                  Fenol                                                            anilina(amino benzena)


              
   Benzaldehid                                            asam benzoat                                            benzil alkohol

2.       Jika benzena atau turunanya kehilangan satu atom H maka diperoleh gugus sebagai berikut.
                                      
Fenil(C6H5)                             benzil  bromida                    benzil(C6H5-CH2)

3.       Jika terdapat 2 substituen ,  dapat digunakan awalan o-(orto), m-(meta), atau p-(para) untuk  menyatakan masingh-masing pada posisi (1,2); (1,3); dan (1,4)
Contoh:
                                                                   

2.3 Sifat fisik dan kimia benzena
Sifat Fisik
a. Benzena merupakan senyawa yang tidak berwarna.
b. Benzena berwujud cair pada suhu ruang (270C).
c. Titik didih benzena : 80,10C, Titik leleh benzena : -5,50C
d. Benzena tidak dapat larut air tetapi larut dalam pelarut nonpolar
e. Benzena merupakan cairan yang mudah terbakar

               
Sifat Kimia benzena dan turunannya
            Jenis reaksi kimia pada benzena umumnya adalah reaksi substitusi.Reaksi substitusi dapat berlangsung pada suhu tinggi, atau lebih umum menggunakan katalis  agar dapat berlangsung pada suhu rendah.
                Disamping itu , meski sulit namun benzena juga dapat bereaksi melalui adisi tetapi pada kondisi ekstrim, yakni pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis.Reaksi adisi yang terjadi melibatkan radikal bebas, bukan ikatan rangkap karena akan mengganggu delokalisasi elektron tersebut.Seperti hanya senyawa hidrokarbon pada umumnya , benzena juga dapat teroksidasi melalui reaksi oksidasi berupa pembakaran.
Ø  Reaksi substitusi Pada Benzena
a.       Reaksi Halogenasi
Benzena dapat bereaksi dengan  halogen membentuk klorobenzena dengan bantuan katalis seperti AlCl3, FeBr3,dan FeCl3.

http://rolifhartika.files.wordpress.com/2011/06/sifat-kimia-c.png?w=530
b.      Reaksi Nitrasi
Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalis asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena.

http://rolifhartika.files.wordpress.com/2011/06/sifat-kimia-c51.png?w=530
c.       Reaksi Sulfonasi
Sulfonasi terjadi apabila benzena dipanaskan dengan asam sulfat pekat membentuk asam benzena sulfonat.
http://rolifhartika.files.wordpress.com/2011/06/sifat-kimia-d1.png?w=530
d.      Reaksi Alkilasi
Benzena dapat bereaksi dengan alkil halida membentuk metil benzena dengan bantuan katalis alumunium klorida(AlCl3).


e.      Reaksi  Formilasi
Benzena bereaksi dengan formil klorida (HCOCl) membentuk benzalhid dengan bantuan katalis AlCl3 dan CuCl

f.        Reaksi Asilasi
Benzena bereaksi dengan gugus asil(RCO-) dari asil klorida (RCOCl) membentuk asetofenon(metil fenon keton) dengan bantuan katalis AlCl3

Ø  Reaksi adisi pada Benzena
a.       Reaksi Hidrogenasi
Benzena bereaksi secara adisi dengan hidrogen (H2) membentuk sikloheksana.Reaksi ini tidak melibatkan ikatan rangkap benzena tetapi radikal bebas.

b.      Reaksi Klorinasi
Benzena bereaksi dengan klorin (Cl2) pada suhu dan tekanan tinggi atau dengan bantuan cahaya kuat seperti UV akan membentuk benzena heksaklorida.

Ø  Reaksi Oksidasi pada benzena
Benzena teroksidasi oleh O2 melalui reaksi pembakaran .reaksi ini menghasilkan kadar karbon yang tinggi.

2.4  Kegunaan Benzena Dan Turunannya.
Kegunaan benzena yang terpenting adalah sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa aromatik lainnya yang merupakan senyawa turunan benzena. Masing-masing dari senyawa turunan benzena tersebut memiliki kegunaan yang beragam bagi kehidupan manusia. Berikut ini beberapa senyawa turunan Benzena dan kegunaannya:
1. Toluena
Toluena digunakan sebagai pelarut dan sebagai bahan dasar untuk membuat TNT (trinitotoluena), senyawa yang digunakan sebagai bahan peledak (dinamit).
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/reaksi_TNT.gif
2. Stirena
Stirena digunakan sebagai bahan dasar pembuatan polimer sintetik polistirena melalui proses polimerisasi. Polistirena banyak digunakan untuk membuat insolator listrik, boneka, sol sepatu serta piring dan cangkir.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/poli_stirena.gif
Struktur Polistirena
3. Anilina
Anilina merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna diazo. Anilina dapat diubah menjadi garam diazonium dengan bantuan asam nitrit dan asam klorida.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/reaksi_anilina.gif
Garam diazonium selanjutnya diubah menjadi berbagai macam zat warna. Salah satu contohnya adalah Red No.2 yang memiliki struktur sebagai berikut:
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/Red%20No-2.gif
Struktur Zat Pewarna Red No.2

Red No.2 dulunya digunakan seabagai pewarna minuman, tetapi ternyata bersifat sebagai mutagen. Oleh karena itu, sekarang Red No.2 digunakan sebagai pewarna wol dan sutera.
4. Benzaldehida
Benzaldehida digunakan sebagai zat pengawet serta bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang khas. Benzaldehida dapat berkondensasi dengan asetaldehida (etanal), untuk menghasilkan sinamaldehida (minyak kayu manis).
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/reaksi_Benzaldehida.gif
5. Fenol
Dalam kehidupan sehari-hari fenol dikenal sebagai karbol atau lisol yang berfungsi sebagai zat disenfektan.
6. Asam Benzoat dan Turunannya
Terdapat beberapa turunan dari asam benzoat yang tanpa kita sadari sering kita gunakan, diantaranya adalah:
Asam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit (analgesik) dan penurun panas (antipiretik). Oleh karena itu aspirin juga digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam dan sakit jantung. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lapisan mukosa pada lambung sehingga menimbulkan sakit maag, gangguan ginjal, alergi, dan asma.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/aspirin.gif

Asam asetil salisilat

Natrium benzoat yang biasa ggunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/natrium_benzoat.gif
Natrium Benzoat
Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok atau minyak angin.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/metil_salisilat.gif

Metil Salisilat

Asam tereftalat merupakan bahan serat sintetik polyester.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/asam_tereftalat.gif

Asam Tereftalat

Parasetamol (asetaminofen) memiliki fungsi yang sama dengan aspirin tetapi lebih aman bagi lambung. Hampir semua obat yang beredar dipasaran menggunakan zat aktif parasetamol. Penggunaan parasetamol yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan ginjal dan hati.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/parasetamol.gif

Parasetamol



2.5 Dampak Benzena
Telah disebutkan bahwa benzena memiliki sifat racun atau kasinogenik, yaitu zat yang dapat membentuk kanker dalam tubuh manusia jika kadarnya dalam tubuh manusia berlebih. Beberapa penelitian menunjukan bahwa benzena merupakan salah satu penyebab leukemia, penyakit kanker darah yang telah banyak menyebabkan kematian.
Dampak kesehatan akibat paparan Benzena berupa depresi pada sistim saraf pusat hingga kematian. Paparan Benzena antara 50–150 ppm dapat menyebabkan sakit kepala, kelesuan, dan perasaan mengantuk. Konsentrasi Benzena yang lebih tinggi dapat menyebabkan efek yang lebih parah, termasuk vertigo dan kehilangan kesadaran. Paparan sebesar 20.000 ppm selama 5 – 10 menit bersifat fatal dan paparan sebesar 7.500 ppm dapat menyebabkan keracunan jika terhirup selama 0,5 – 1 jam. Dampak yang ringan dapat berupa euforia, sakit kepala, muntah, gaya berjalan terhuyung-huyung, dan pingsan.









BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Benzena merupakan senyawa hidrokarbon  yang memiliki rantai tertutup dan pada umumnya berbau aromatik.Umumnya pada benzena terjadi raeksi substitusi meskipun benzena dapat bereaksi melalui adisi pada kondisi ekstrim dan mampu teoksidasi  berupa pembakaran.
            Setelah kita mengetahui dan memahami penjelasan di atas , diharapkan kita mampu memahami secara detail mengenai benzena dan turunannya . Disamping itu, kita harus menjadi pembaca yang bijak setelah mengetahui kegunaan dan dampak benzena dan turunannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua



















DAFTAR PUSTAKA

Purba,Michael.2007.Kimia untuk SMA kelas XII.Jakarta: Erlangga.

Ranawidjaja,Jahja,dkk.1981.Ilmu kimia untuk SMA.Jakarta: Depdikbud

Liliasari.1995.Kimia 3.Jakarta: Depdikbud

Johari,J.M.C, dan Rachmawati,M. 2008.Kimia 3.Jakarta:ESIS

2 komentar:

Amien Gitaris mengatakan...

sob, gambarnya koq gk ada ???

suheri marpaung mengatakan...

Sorry bro, kemarin buru2 membuatnya, jadi gak sempat ngemasukin gambar..